GABRIELA KANDO RATO


aLL izt Well ^^ Master Bless Me

Vegetarian

Pengertian dan Sejarah Vegetarian 

            Vegetarian dikenal sebagian orang dengan pola makan yang unik karena hampir seluruh makanannya berasal dari tumbuh-tumbuhan seperti sayur, buah, padi-padian, dan kacang-kacangan. Bagi seorang vegetarian, daging dan produk hewani lainnya adalah makanan yang “haram” untuk dikonsumsi.

            Alasan seseorang menjadi vegetarian cukup bervariasi. Beberapa orang menjadi vegetarian karena alasan agama, kesehatan, atau masalah lingkungan hidup. Sebagian lagi beranggapan bahwa mengonsumsi makanan yang berasal dari produk hewani tidaklah etis. Hal ini didasarkan pada anggapan bahwa membunuh binatang adalah perbuatan yang keji karena menyiksa binatang dan hal ini akan merusak keseimbangan ekosistem. Vegetarian juga disarankan oleh beberapa pakar kesehatan karena manfaatnya yang dapat mencegah berbagai macam penyakit seperti penyakit kanker, penyakit kardiovaskuler, dan juga penyakit degeneratif lainnya.

            Saat ini vegetarianisme ramai diperbincangkan karena banyak penelitian terkini membuktikan manfaatnya bagi kesehatan. Padahal, sebenarnya pola makan ini telah ada sejak dahulu bahkan pada zaman sebelum Masehi.

            Beberapa agama di Asia seperti Budha, Zein, dan Hindu sudah sejak lama menyarankan kepada para pengikutnya untuk menghindari makanan dari makhluk yang bernyawa. Di Eropa, pola makan ini dulu dikenal sebagai Pythagorean Diet karena penemu atau pencetusnya adalah filsuf  Yunani bernama Phytagoras. Phytagoras yang semula terkenal karena kontribusinya pada bidang matematika dan geometri ini juga dikenal unik karena pola makan yang dijalaninya saat itu sedikit berbeda dengan orang-orang di sekitarnya.

            Pada abad ke-18, Benjamin Franklin yang dikenal sebagai ilmuwan fisika sekaligus filsuf juga menyatakan dukungannya terhadap diet vegetarian. Franklin yang saat itu masih remaja (16 tahun) membaca buku yang ditulis oleh Thomas Tryon (1634-1703). Buku itu memberikan penjelasan pada Franklin muda mengenai manfaat kesehatan yang diperoleh manusia jika menjalani diet vegetarian.

            Franklin beranggapan bahwa vegetarianisme mampu memberikannya ide yang lebih bersih dan kerja otak lebih optimal. Meskipun ia tidak menjalani diet vegetarian dalam waktu yang lama, Franklin hingga saat ini masih dikenang sebagai seorang vegetarian.

            Memasuki abad ke-19, pergerakan vegetarian berkembang makin cepat. Meningkatnya informasi tentang vegetarian dari komunitas-komunitas vegetarian di masyarakat, buku, serta artikel kesehatan, membuat jumlah vegetarian pun bertambah. Di Indonesia data mengenai jumlah vegetarian ini memang belum terdokumentasi dengan baik. Namun di negara lain jumlah orang yang menjadi vegetarian meningkat secara signifikan.

            Berdasarkan survei yang dilakukan pada tahun 1994, disebutkan bahwa terdapat sebanyak 12,4 juta orang di Amerika Serikat menjalani diet vegetarian. Hasil survei ini menunjukkan bahwa sebanyak 7% dari seluruh warga negara Amerika Serikat menjadi vegetarian dan jumlah ini meningkat sebanyak dua kali dari jumlah yang ditemukan 8 tahun sebelumnya. Selain itu, dari hasil analisis diketahui juga bahwa hanya 1% diantara populasi tersebut merupakan vegetarian murni.

            American Dietetic Association (ADA) dan Dietitians of Canada pada tahun 1999 dan 2003 menyatakan bahwa diet vegetarian yang direncanakan dengan tepat adalah sehat, dan akan memberikan keuntungan bagi kesehatan untuk mencegah dan mengobati berbagai penyakit tertentu termasuk penyakit degeneratif.  American Medical Association (AMA) menyatakan bahwa 90-97% penyakit jantung dapat dihindari dengan diet vegetarian. Profesor T. Colin Campbell dari Cornell University menyatakan, 80-90% penyakit degeneratif seperti jantung, kanker, stroke, hipertensi, diabetes melitus dapat dicegah dengan diet nabati (vegetarian). Diet vegetarian juga dapat mengurangi gejala-gejala penyakit seperti arthritis, hiperkolesterolemia dan mengatasi obesitas (Rui, 2003; Lampe, 2003) dan memperpanjang umur harapan hidup (Singh et al, 2003).

Jenis-jenis Vegetarian

            Tipe-tipe vegetarian tidak didefinisikan berdasarkan motivasi atau alasan yang mendasari seseorang untuk menjalaninya, melainkan didefinisikan berdasarkan jenis makanan yang dikonsumsi dan dipantang dalam pola makan sehari-hari. Terdapat 3 jenis vegetarian yang kerap dijumpai yakni vegan, lacto-vegetarian, dan lacto-ovo-vegetarian.

 

Vegan

            Tipe vegetarian ini sering disebut dengan vegetarian murni atau vegetarian total. Seorang vegan hanya mengonsumsi makanan dari tumbuhan, dan sama sekali tidak mengonsumsi bahan makanan yang berasal dari binatang termasuk daging, ayam, ikan, susu, telur, dan seafood.

            Menjadi vegetarian murni memiliki keuntungan dan kerugian. Karena tidak mengonsumsi produk hewani, diet seorang vegetarian murni sangat rendah kolesterol. Tapi, seorang vegan selalu mewaspadai kekurangan beberapa jenis zat gizi termasuk protein, zat besi, dan vitamin B12. Kandungan ketiga zat gizi tersebut dalam tumbuhan lebih rendah dibandingkan dengan produk hewani seperti daging, susu, dan telur. Bahkan, vitamin B12 sangat jarang ditemukan pada tumbuh-tumbuhan.

 Lacto-vegetarian

            Lacto berarti susu. Karena itu, tipe vegetarian ini didefinisiskan sebagai vegetarian yang juga mengonsumsi susu dan produk olahan susu seperti keju dan yoghurt dalam keseharian mereka namun tidak mengonsumsi daging sapi, daging kambing, ayam, ikan, telur, dan seafood.

            Menjadi seorang lacto-vegetarian akan memberikan lebih banyak keuntungan karena kolesterol dalam susu tidak terlalu tinggi. Kandungan protein, vitamin, dan mineral yang terdapat di dalamnya mampu melengkapi kebutuhan yang kurang tercukupi dari makanan nabati.

 Lacto-ovo-vegetarian

Vegetarian lacto-ovo adalah vegetarian yang mengonsumsi makanan nabati, susu, dan telur untuk makanan sehari-hari mereka. Namun, mereka tetap tidak mengonsumsi daging sapi, daging kambing, ayam, ikan, dan seafood. Para vegetarian yang melakukan diet ini tidak perlu khawatir akan kekurangan protein. Kualitas protein dari susu dan telur sangat baik karena tidak hanya mudah diserap, protein dari kedua jenis bahan makanan tersebut juga mengandung asam amino yang lengkap.

 

Pencegahan Penyakit Degeneratif dengan Pola Makan Vegetarian

Protein adalah zat pembangun yang paling penting dan berhubungan dengan proses kehidupan. Kebutuhan protein pada anak-anak 2-3 gram/hari, sedangkan orang dewasa kurang lebih 46 gram/hari. Kelebihan protein akibat mengonsumsi daging hewani berpengaruh buruk terutama pada hati dan ginjal juga dapat menyebabkan kegemukan meskipun protein hewani itu nilai gizinya lebih tinggi daripada nabati. Sekarang ini protein nabati secara internasional dikelompokan sebagai kelas utama dianjurkan ada dalam setiap makanan.

 

 Pencegahan pada Penyakit Osteoporosis

            Terapkan pola makan yang menunjang tulang. Seperti yang telah diketahui semua orang, sangat penting untuk mengonsumsi makanan yang sehat dan seimbang. Panduan yang dibuat untuk dokter merekomendasikan bahwa dari seluruh asupan kalori harian anda, 50-60% harus berasal dari karbohidrat yang dapat ditemukan dalam makanan seperti nasi, sereal, roti, buah, sayur, dan pasta.

            Food Standard Agency dari pemerintah Inggris (www.food.gov.uk) telah menghasilkan panduan makan yang disebut Balance of Good Health yang menunjukan beberapa porsi yang harus dikonsumsi dari  kelompok makanan utama:

1)      roti, sereal dan kentang;

2)      buah dan sayur;

3)      susu dan makanan produk susu; serta

4)      makanan berlemak dan bergula (lemak terutama harus berupa lemak tidak jenuh seperti yang ditemukan dalam kacang-kacangan, minyak zaitun, dan alpukat; daripada lemak jenuh yang ditemukan dalam makanan seperti daging berlemak dan keju).

 

Pencegahan pada Tekanan Darah Tinggi

            Makanan merupakan faktor penting yang menentukan tekanan darah. Meningkatkan asupan buah dan sayuran segar dapat menurunkan tekanan darah. Menerapkan pola makan yang rendah lemak jenuh, kolesterol, dan total lemak, serta kaya akan buah, sayur, serta produk susu rendah lemak telah terbukti secara klinis dapat menurunkan tekanan darah. Pola makan tersebut sebaiknya juga menyertakan produk gandum, kacang-kacangan, serta mengurangi jumlah daging merah, makanan manis, dan minuman yang mengandung gula.

            Untuk mengotrol tekanan darah agar tidak mengalami kenaikan yang signifikan, maka makanlah setidaknya lima porsi buah dan sayuran segar setiap hari, produk susu rendah lemak secara teratur.

Pencegahan pada Kolesterol

            Orang yang paling berisiko memiliki kadar kolesterol tinggi adalah mereka yang menerapkan pola makan yang mengandung kadar lemak jenuh tinggi. Lemak jenuh (ditemukan pada daging, mentega, keju, dan krim) meningkatkan kadar kolesterol LDL dalam darah. Namun, pola makan yang sehat dapat menurunkan kadar kolesterol sekitar 5-10%, bahkan lebih. Mengurangi asupan lemak jenuh dan makan lebih banyak buah, sayuran, salad, sterol tumbuhan, dan kedelai juga dapat membantu.

 

 





Tinggalkan Komentar

Nama :
E-mail :
Web : tanpa http://
Komentar :
Verification Code :